Blogger templates

About Me

My Photo
Aku lahir di Bekasi tepat di bulan Juli seperti namaku "Julia Puspitasari". Aku adalah orang yang punya dedikasi tinggi jika sudah terfokus pada satu hal yang harus dilakukan. Dulu aku sempat bercita-cita menjadi seorang guru dan penulis. Namun setelah aku menikah dengan seseorang (Muhammad Syayyaf) yang mengenalkanku lebih dekat pada Rabbku, Kini aku bercita-cita untuk menjadi seorang Ustadzah. Tidak harus menunggu bertahun-tahun. Tapi InsyaAllah cita-cita ini akan segera kuwujudkan. Hobiku membaca dan menulis cerita. aku suka buku-buku fiksi yang berkategorikan remaja dan islami. walau aku sudah tidak remaja lagi, tapi aku masih bisa merasakan dan mengingat bagaimana aku menjadi remaja dulu. Aku adalah tipe orang yang simple dan mudah bergaul. Tapi bukan berarti aku orang yang cukup terbuka dengan kemampuanku yang mudah beradaptasi. Aku orang yang tertutup. Namun, ketertutupanku tidak membuatku menjadi pendiam. Aku suka bercanda dengan orang-orang disampingku. dan aku selalu ingin memberikan senyuman dan kebahagiaan untuk orang-orang disampingku. Well, Let's be my friends!
View my complete profile

My Twitter

Julia's Visitor

free counters

Popular Posts

Followers

Blogroll

Free Tail- Heart 1 Cursors at www.totallyfreecursors.com

Blogger news

20 June 2012

Contoh Resensi Novel 2


Prince Charming si Putri Jelek

Judul Buku           :  Not Just a Fairy Tale
  (Bukan Cuma Dongeng)
Penulis                 :  Debbie
ISBN                    :  979-22-1411-9
Penerbit                :  Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit        :  2005
Jumlah halaman   :  192 halaman
Dimensi               :  13,5 cm × 20 cm
Jenis Buku           :  Fiksi
          Ona yang menganggap dirinya putri jelek selalu manantikan prince charming-nya seperti yang tertera dalam dongeng. Namun ia baru menyadari bahwa dongeng itu hanya untuk putri-putri cantik juga langsing. Ia merasa bahwa tidak ada pangeran yang menginginkan putri jelek yang hanya mempunyai satu kelebihan: berat badan!
Itu yang dirasakan Leona, anak kelas satu SMA Tutarayana. Prince charming-nya, Kenrico, malah tega mengombang-ambing cintanya dan meninggalkannya demi nenek sihir jahat yang cantik. Walau Ona dan Kenrico sempat dekat namun Kenrico tidak juga memberinya kepastian. Hingga kenangannya bersama Kenrico kembali menenggelamkannya dan sukses menorehkan keterpurukannya hingga beberapa bulan terakhir. Untungnya Ona tak lantas mengakhiri hidupnya hanya karena keterpurukan yang menerkamnya. Alhasil Ia tetap semangat untuk memperjuangkan cintanya pada Kenrico. Seiring
bergulirnya waktu, Kenrico menyadari bahwa Ona benar-benar tulus mencintainya. Namun, Ona kembali dibuat rumit oleh persoalan cinta kedua sahabatnya yang malah memperebutkan cowok yang mereka anggap prince charming yang tak lain adalah kakak Ona sendiri.
Novel pertama Debbie ini sukses menorehkan kesan bagi para pembaca. Benar-benar mengupas tuntas kenyataan yang ada di dunia remaja. Mulai dari cinta, persahabatan, hingga keluarga ia jabarkan dengan teliti hingga membentuk karangan yang memang dekat dengan realita. Cerita cinta dan persahabatan yang menyorot nilai kesetiaan memang sangat langka untuk bisa ditemukan di zaman sekarang. Kebanyakan remaja sering kali lebih memilih sesuatu persoalan yang menyangkut dirinya sendiri. Namun tanpa mereka sadari persoalan yang diri mereka hadapi lebih menunjukkan bahwa tingkat egoisme  mereka sangatlah tinggi.
Situasi yang digambarkan dalam novel Debbie ini lebih bersifat persuasif. Penggambaran yang ia siratkan di dalamnya secara tidak langsung mengajak pembaca ataupun remaja untuk lebih mengedepankan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi yang hanya akan memupuk tingkat egoisme menjadi lebih tinggi. Kesetiaan, keterbukaan, dan pengorbanan juga patut kita utamakan untuk bisa menjalin segala bentuk hubungan kekerabatan dengan baik.
Debora Patra Widjaja, penulis yang kerap disapa Debbie dengan kelahiran Jakarta, 15 Mei 1989 ini sukses meluncurkan novel pertamanya “Not Just a Fairy Tale” (Gramedia, 2005). Debbie lebih dikenal sebagai ketua OSIS di sekolahnya. Namun karena hobi membacanya ia jadi temotivasi untuk menulis novel. Hingga kini ia berhasil menjadi penulis muda di sekolahnya. Cerita yang ia kemas dalam novel pertamanya sukses menyorot segala seluk beluk persoalan remaja. Cinta, persahabatan dan persoalan remaja lainnya yang kompleks juga turut ia sertakan dengan ending yang berbuah kebahagiaan dari pengorbanan dan kesetiaan.
Selain menyorot nilai pengorbanan dan kesetiaan, tingkat persuasifitas novel ini juga sangat kental dengan balutan cover bergambar timbul sontak meningkatkan ketertarikan pembaca untuk lebih dalam membacanya. Bahasa yang puitis dan penggunaan majas semakin menambah kesempurnaan novel ini. Kata kiasan dan bahasa sehari-hari yang digunakan di dalamnya juga sangat mudah dipahami. Namun penggunaan kertas buram di dalamnya mengurangi nilai kesempurnaan novel ini.
Novel karangan Debbie ini mempunyai nilai sastra yang cukup tinggi. Dengan alasan penggunaan bahasa dan isi yang telah dijelaskan seperti di atas. Sehingga novel ini sangat cocok dibaca oleh para remaja agar mereka bisa menyelesaikan masalah cinta, persahabatan dan segala bentuk hubungan kekerabatan dengan baik tanpa harus mencondongkan rasa egoisme.

                                                         



0 comments:

Post a Comment

Let's Leave a Comment Politely, Friends! ^_^