20 Juni 2012

Contoh Resensi Novel


BIDADARI SURGA

Judul Buku         : Kekasih Taman Firdaus
Penulis                : Itmam Luthfi
ISBN                   : 978-979-25-5302-4
Penerbit              : Matapena
Tahun Terbit       : 2009
Tebal                   : 156 halaman

          Dongeng bidadari yang dikisahkan Ustadz Maemun di masa kecil begitumendarah daging dalam ingatan Roja. “Mereka adalah perempuan-perempuan surga yang mulia. Dulunya mereka juga makhluk bumi seperti kita. Namun, karena kesucian dan kesalehan mereka, Allah mengangkat mereka ke surga, dan menjadikan mereka sebagai penunggu taman-taman surga.” Alhasil Roja jadi kelimpungan . kalau bidadari-bidadari itu Cuma muncul dalam mimpinya, tak begitu bermasalah. Tapi, sepertinya Roja memang terobsesi dengan sosok bidadari itu. Ingin benar-benar mendapatkannya di alam nyata.
          Cukuplah bidadari sekedar dongeng-dongeng klasik di masa kecil. Cukuplah ppula sekadar bunga-bunga indah di alam tidur. Jangan memaksanya menjadi harapan. Jangan pula memaksanya menjadi kenyataan.
Walau hanya sesaat, kehadiran gadis cantik di Stasiun Tugu Jogja itu ternyata menyisakan gangguan di otak kepala Roja. Sudah pasti Roja tertarik untuk memandanginya. Hanya saja ia tak berani melakukannya. Ia tahu jika
pandangan halal bagi seorang laki-laki kepada perempuan yang bukan muhrimnya hanya sebatas pandangan pertama saja. Neski demikian Roja sempat tak sengaja memandangnya. Dan harus ia akui gadis dengan pakaian serba putih itu memang penuh pesona. Hingga membuat mata para lelaki refleks melotot menatapnya. Ukuran baju dan celananya sangat jauh dari ketat. Sosok rupawan itu bukan setangkai tulip yang seksi dan jenjang, tapi setangkai melati yang suci meneduhkan.
Roja terus terombang-ambing oleh bayangan bidadari itu. Hingga takdir mempertemukan mereka kembali sebagai adik dari teman santrinya di pesantren yang belum lama ia tinggali. Walau ia belum tahu siapa gadis itu. Ia sempat ditawari untuk mempersunting sang adik dari temannya itu. Muncul penyesalan yang benar-benar membuatnya terpuruk karena ia telah menolak tawaran itu. Derita cinta yang tumbuh karena harapannya yang luruh semakin membuatnya terpuruk. Yang bisa ia lakukan hanya berdoa agar penyesalan itu kelak tak akan muncul lagi.
Ia tahan gejolak cinta untuk sang bidadari yang selalu ia impikan. Saat sakit merontokkan jiwanya, ia terkulai lemah dan berharap jika ia mati karena menahan perasaan cintanya akan tergolong mati syahid. Iapun tutup usia dalam keadaan yang ia inginkan dan ia akan menunggu bidadarinya di surga nanti.
Itmam Luthfi, penulis berkelahiran Cilacap, 23 Oktober 1979 ini pernah belajar di Pesantren Miftahun Huda. Iapun pernah menulis buku Biografi Ulama se-Bojonegoro “Kiaiku dari Pesantren”. Sehingga semua karanannya selalu menyorot moral religius. Keindahan dan kesucian akan iman dan islam juga masih ia jadikan sebagai bingkai perjalanan cerita.
Cerita kehidupan yang religius benar-benar tergambar dalam buku ini. Hingga kutipan ayat-ayat Al-Quranpun disertakan di dalamnya “Ma la ‘ainun ra’at, wala udzunun sami’at, wala khathara ‘ala qalbi basyarin” yang artinya surga tidaklah seperti apa yang dipandang mata, dan tidaklah seperti yang didengar oleh telinga, dan tidaklah seperti apa yang dibayangkan manusia. Selain itu, persahabatan yang sempurnapun dikutip di dalamnya. Isi dan cerita dalam buku ini terlihat lebih indah dengan balutan cover yang menarik. Kosakata yang sulit diketahui pembaca juga dilampirkan di halaman akhir buku ini. Namun, penataan gambar yang disisipkan dalam isi buku ini tidak berkaitan atau berhubungan dengan jalan cerita yang ditulis.
Buku ini mempunyai nilai sastra yang cukup tinggi. Walaupun banyak menggunakan kata-kata kiasan, tapi bahasa yang digunakan masih bisa di pahami oleh pembaca.

                                                         

11 komentar:

M.Yunus A mengatakan...

THANK'S..., SNGT BRMNFAAT..

fitriana yunita sari mengatakan...

bermanfaat untuk tugas saya :D

Arjun Cimsone mengatakan...

Mantap eeuy

Julia Puspitasari mengatakan...

All...
Alhamdulillah kalo bermanfa'at, ^_^
makasih komen & kunjungannya ya..
jangan bosen" ngunjungin blog Jul ya,
Jul tunggu komen, juga kriktik & sarannya yg lain

Hakim mengatakan...

mantab dah, thanks kk, smoga blog ni tambah maju, AMIN.....

Julia Puspitasari mengatakan...

Na'am, syukran atas komentarnya ya..

Esti DM mengatakan...

terima kasih , info nya sangat bermanfaat sekali untuk saya

Aaf _Redflash™ mengatakan...

Thanks Very Much!! Follow me @GitarSumbang

Julia Puspitasari mengatakan...

Alhamdulillah..
syukran ukhti akhi

pratama jala yudha mengatakan...

alhamdulillah :)
tugas akhirnya selesai juga nii

Anonim mengatakan...

makasihhh banyak ukhti, pas bangett lagi nyarii :)

Poskan Komentar

Let's Leave a Comment Politely, Friends! ^_^